Adakah yang kehilangan kesempatan mengatakan “arigatou”?

2ch (ni channeru) adalah forum Internet terbesar di Jepang dan bahkan di dunia. Selain dipenuhi flame dan junk, forum anonymous tersebut juga tempat lahirnya berbagai cerita romantika misalnya legenda Densha Otoko.

Baru-baru ini saya menemukan cerita menyentuh lain yang dituliskan di situ yaitu tentang laki-laki bernama Atsushi yang kehilangan kesempatan untuk mengatakan terima kasih. Cerita tersbut digambarkan dengan alunan musik di situs berikut. Silahkan buka, dan kalau perlu gunakan terjemahan yang saya coba sediakan di bawah untuk memahami ceritanya.

Dalam menerjemahkan, ada beberapa kata yang saya biarkan apa adanya:

  • Arigatou: “terima kasih”. Dibaca arigatoo (o terakhir panjang).
  • Imoyoukan: Makanan berbentuk batangan dan dibuat dari ubi.
  • Tsuya/Otsuya: Tidak tidur semalaman untuk berada di samping jenazah dan mendoakannya. Dilakukan sebelum pemakaman.

Lalu karena ini forum anonim, perlu diketahui bahwa untuk mengacu pada poster lain digunakan urutan postingnya. Misalnya >>1 mengacu pada poster pertama (pembuat thread), >>2 mengacu pada poster kedua, dst.

Selamat menikmati! (transliterasi bahasa Jepangnya bisa kalian dapatkan di sini)

—————

Pada suatu hari di musim panas yang membakar

Di forum cowok jomblonya 2ch

Muncullah suatu thread

 

***

Adakah yang kehilangan kesempatan mengatakan “arigatou”?

1: Mr. Anonymous-san: 04/07/27 02:31

♪ Moshimo, mou ichido anata ni aeru nara
Tatta hitokoto tsutaetai
“Arigatou”
“Arigatou”
Toki ni wa, kizutsukeattemo, anata o kanjitetai ♪

(Kalau aku bisa bertemu denganmu sekali lagi
Hanya satu hal yang ingin kusampaikan
“Arigatou”
“Arigatou”
Walau terkadang kita saling menyakiti, aku ingin merasakan kamu)

Lagu ini bisa ngebikin gw nangis karena perasaan menyesal
Lagunya siapa sih?
Gw nemu dari lagu background di suatu flash.

Terus, loe loe pada,
ada ga yang pernah kehilangan kesempatan ngomong “arigatou”?
Karena udah nggak mungkin ketemu lagi, disampein di sini aja.

***

(balasan)
>>1 Mati aje loe

(balasan lain)
Kalian2 boleh kok ngehajar >>1

(balasan lain)
>>1
Gebuk, gebuk

(balasan lain)
>>1
Kalo ga cepet bobo dimarahin mama lo!
Terus IP-nya bakal bocor lo!

(balasan lain)
>>all
Udah pada tidur sana! PRnya besok juga ga apa2 kok!

***

Di tengah orang-orang yang

“Tidak bisa jujur” tersebut

Ada seorang cowok

Yang mulai berbicara sepotong demi sepotong

***

61 Mr. Anonymous-san 04/07/27
Gw ikutan ya…
Gw mau ngomong arigatou.

Gw lagi refleksi sama diri gw yang selalu datang ke forum cowok jomblo ini dan ngeflame.
Pasti yang terjadi itu hukuman Tuhan. Masalah kelenjar limfa yang kronis katanya… Udah terlambat katanya…

Ibu, aku bener-bener arigatou.
Arigatou. Arigatou. Arigatou. Arigatou. Arigatou.
Arigatou. Arigatou. Arigatou. Arigatou. Arigatou.
Arigatou. Arigatou. Arigatou. Arigatou. Arigatou.
Arigatou. Arigatou. Arigatou. Arigatou. Arigatou.

Arigatou, udah ngelahirin aku. Arigatou, udah ngelahirin aku yang kaya gini.
Arigatou atas kucuran cintanya. Arigatou atas senyumnya yang banyak.
Arigatou ikut sedih bersama aku. Arigatou nangis bersama aku.
Kamu ibu yang paling hebat. Bapak juga bangga sama ibu.
Aku mau nangis yang banyak. Hidup ibu tinggal sebulan lagi.
Nggak usah kesenengan di kasur rumah sakit dong, cuma gara-gara kubeliin imoyoukan.
Nggak usah bikin wajah bahagia dong. Terus nggak usah makan sambil nangis dong.

Kalau ibu seneng, aku bakal beli imoyoukan terus-terusan.
Walaupun nanti ibu udah nggak ada, aku akan terus ngelakuin hal yang bikin ibu seneng.
Ibu, arigatou. Arigatou. Arigatou. Arigatou.

Air mata gw ngalir terus. Sori. Udah gw ga bakal nulis lebih banyak lagi.

***

Ku ingin menyampaikannya
“Arigatou”
“Arigatou”

***

97 61 04/07/27 08:08
Sekarang gw lagi di rumah soalnya ada yang harus diambil.
Walopun buru-buru tapi ternyata responsnya positif ya.
Pasti kalian mikir, kalo ada waktu buat nulis-nulis di 2ch
cepetan balik ke rumah sakit! Tapi gw ga mau pergi.

Ibu gw meninggal.

Ga mungkin meninggal pagi-pagi! Pasti kalian mikir gitu… Yah, ibu gw banget deh.
Bener-bener orang tua yang bikin orang lain repot.
Bu… Kalau mati ga bisa makan imoyoukan lo.
Kalau mati aku ga bakal beliin lagi lo.
Kalau mati jadi nggak bisa makan lo.
Bener-bener dadakan, jadi pasti pada mikirnya ngada-ada.
Bener-bener bikin masalah ya?

Ibu pasti kesel ya?
Padahal dokter bilang masih sebulan lagi.
Padahal masih bisa makan imoyoukan sebulan lagi.
Padahal aku ngebeliin buat ibu.

Kenapa? Aku nggak mau masukin imoyoukan ke peti mati.
Aku bakal beliin, jadi tolong makan! Tolong ketawa lagi!

Tolong panggil namaku lagi…

***

142 61 ◆1Z4mF1mWnQ 04/07/27 20:34
Awalnya gw ga bisa nangis.
Harus ngehubungin saudara sama temen, terus harus nyiapin
macem-macem untuk acara otsuya kaya kerjaan kantor aja.
Mungkin ga ada waktu buat nangis. Bapak sama kakak juga
sibuk banget sampai-sampai ga ada waktu buat larut
di kesedihan. Karena kesibukan, kayaknya gw seharian ini
bisa tenang.

Waktu itu sempet ke rumah dan bertiga makan malem. Makan steak.
Bapak gw ngomong “Nggak enak nih, i…”
tapi kata-katanya terhenti terus mulai nangis. Kaya anak-anak.
Gw langsung tahu. Tahu lanjutan dari “i..” itu.
Bapak sama ibu sering jalan-jalan nyoba-nyoba tempat makan,
dan kalau ketemu tempat yang enak sering ngajak aku sama kakak.
Bapak gw karena kebiasaan, pasti tadi keceplosan mau ngomong
“Nggak enak nih, ibu…”
Gw diem. Kakak juga diem.

Gw ga nangis. Nggak bisa nangis. Cuma diem dan makan. Kalau
nyoba ngomong sesuatu, pasti gw juga ga bisa tahan lagi.

***

152 61 ◆1Z4mF1mWnQ 04/07/27 23:57
Gw udahin nulis-nulisnya hari ini ya.
Gw pikir, pastinya kalian semua juga lagi ngadepin berbagai masalah.
Makannya kalau cuma gw sendirian yang lemah dan bimbang jadi nggak enak.
Ini cobaan yang harus dilalui semua orang kan?
Tapi, tolong maafin kelemahan gw yang kali ini aja. Ga bisa jadi kuat kalau hari ini sama seperti kemarin.

Sedih banget.

Bapak gw ngasih amplop ke gw. Katanya gw disuruh baca sebelum pemakaman.
Kayaknya bapak gw ga tau isinya.
Katanya ada buat kakak juga, jadi gw langsung tau kalo itu dari ibu.
Gw bener-bener lemah. Pas gw pikir gw itu lebih kuat dari ini, ternyata bener-bener salah. Lemah banget.
Pas gw ngebaca isi suratnya, gw nangis. Air mata gw juga masih ngalir sampai sekarang.
Gw ga tau juga kenapa gw nulis di 2ch.

Untuk Atsushi,

Ibu nggak pernah nulis surat seperti ini, jadi pasti kaget ya?
Seperti yang Atsushi tahu, Ibu katanya tinggal 3 bulanan lagi.
Hebat ya dokter sekarang, bisa langsung ngomong sisa waktu hidup.
Zaman memang berubah. Waktu neneknya ibu meninggal, yang kaya gini nggak dikasih tahu.
Mungkin enakan yang sekarang soalnya jadi jelas ya?
Ibu sebenernya mau ngelihat Atsushi sama Nami lebih lama lagi.
Maaf ya.
Cuma bisa ngelihat 3 bulan lagi ya… Iya. Sayang ya.
Atsushi, padahal katanya mau ngajak ibu jalan-jalan ya?
Ibu maunya ke Hokkaido.
Mau kan pergi sekeluarga buat makan makanan enak?
Terus mau nyoba ke Otaru.
Atsushi, ibu berusaha biar sehat, jadi nanti tolong dibawa jalan-jalan ke Hokkaido ya.

Kamu anak baik kebanggaan keluarga.
Kata-katamu suka kasar, tapi ibu tahu itu cuma untuk menutup-nutupi.
Berarti ada hasilnya ibu membesarkan kamu selama 23 tahun
Kamu sama Nami itu anak kebanggaan kami.
Saat kamu nanti jadi orang tua, pasti paham.
Nanti akan datang hari dimana kamu paham seberapa manisnya anak kamu.
Bapak bekerja membanting tulang, ibu membuat makanan sebaik mungkin,
Itu karena kalian sangat manis.
Karena kami sayang kalian.
Karena kami ingin membuat kebahagiaan bersama kalian. Itulah kasih sayang orang tua.
Pasti Atsushi juga paham.
Tapi, Ibu tidak bisa berbakti pada anak-anak.
Ibu mencoba berpikir, apa yang bisa ibu lakukan dalam 3 bulan yang tersisa ini,
tapi karena ibu bodoh ibu nggak bisa dapat jawabannya.

Maaf ya.

Makannya, untuk meminta maaf kepada kalian, ibu menulis surat ini sekarang.
Orang tua yang nggak bertanggung jawab ya? Ibu yang nggak bertanggung jawab ya?
Maaf ya, ibumu tidak bertanggung jawab seperti ini.
Atsushi, bahagia nggak jadi anaknya ibu?
Ibu nggak percaya diri nih. Ibu berusaha dengan cara ibu sendiri, tapi nggak percaya diri.
Makannya, kalau ngebaca surat ini, ngomong dengan jujur ya ke ibu.
Apa kamu bahagia jadi anaknya ibu? Ngomong yang jujur ya.
Kalau bahagia, ibu akan berusaha lebih baik lagi.
Kalau nggak bahagia, ibu akan berusaha lebih lebih baik lagi.
Untuk kalian yang ibu cintai, ibu akan berusaha. Berusaha keras.
Ibu bahagia dikaruniai kalian. Ibu benar-benar bersyukur.
Ibu orang yang bahagia. Sangat bahagia.

Maaf kalau memaksa, tapi ibu ingin ke Hokkaido sekitar musim panas.
Ayo pergi sekeluarga, ke Hokkaido. Pasti tempatnya bagus. Yuk banyak makan makanan enak.
Kita bakal muter-muter Hokkaido berempat dengan mobil yang kamu supir. Indah kan?
Ibu tunggu ya, Atsushi.
Nanti Nami bakal ibu kasih tugas lain, jadi jangan bilang semuanya jasa kamu ya!
Nanti di musim panas kita sekeluarga berempat pergi ke Hokkaido ya? Ibu akan berusaha!

Maaf ya tulisannya kotor.
Bapak, Atsushi, dan juga Nami, ibu cinta kalian semua. Ibu bahagia.

Dari ibu

***

Hokkaido, Otaru

***

Semuanya, arigatou.

Ibu, arigatou.

***

Adakah
“Arigatou”
Yang lupa kamu sampaikan?

***

Adakah yang kehilangan kesempatan mengatakan “arigatou”?

http://human5.2ch.net/test/read.cgi/male/1090863097/

Song: KOKIA -Arigatou…-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s