Aliran Dalam Sastra

Aliran dalam satra di Indonesia ada 2 macam :

  1. Impresionisme (kesan)/Objektif.
  2. Ekspresionisme (ungkapan)/Subjektif.

1. Pengertian aliran”  objektif  :

  1. Realisme : Aliran yang berdasarkan pada kenyataan yang ada (realita)/ pengarang menuliskan kenyataan yang dilihatnya sendiri. Contoh : Novel kota harmoni oleh Idrus.
  2. Naturalisme : Aliran ini cenderung melukiskan realisme yang buruk-buruk yang melampui batas asusila. Contoh : novel Surabaya oleh Idrus.
  3. Neonaturalisme : Aliran ini adalah aliran naturalisme dengan hiasan yang baik-baik sesuai dengan kemanusiaan yang wajar. Contoh : novel tak putus dirundung malang.
  4. Determinisme : Aliran ini sering disebut paksaan nasib, sebagian orang berpendapat bahwa nasib seseorang ditentukan/disebabkan oleh keadaan hidup orang tuanya. Contoh : novel Azab dan Sengsara

2. Pengertian aliran” Subjektif :

  1. Idealisme : Aliran yang berdasarkan pada cita-cita/ide pengarang, angan-angan dan pandangannya. Contoh : novel layar terkembang oleh Sultan Takdir Alisyahbana, novel pertemuan jodoh.
  2. Romantisme : Mengutamakan lukisan rasa dalam seni dan sastra yang mengutamakan lukiran rasa keharuan dari keindahan . Kisahnya mengundang pengungkapan persaan yang berlebih-lebihan sehingga sering merupakan hal yang muluk-muluk. Romantisme ini bercorak realisme dan adapun yang bercorak realisme.

Misalnya :

  •  Romantisme-Realisme : Radio masyarakat oleh Roshan Anwar, Daerah laut oleh H.B. Jessin
  • Romantisme-Idialis : Layar terkembang oleh STA (Sultan Takdir Alisyahbana)

3. Mistisme : Yaitu aliran dalam seni dan satra yang bernapaskan ketuhanan. Contoh : Kekasih abadi oleh Bahram Rangkuti, Keadilan Ilahi oleh  Kamka.

4. Simbiolisme : yaitu aliran dalam seni satra yang melukiskan maksud dalam karangan menggunakan lambang/simbol. Contoh Dengarlah keluhan pohon mangga oleh Maria Amin, tinjaulah dunia sana oleh Maria Amin.

5. Surealisme : Aliran yang memadukan antara angan-angan dengan kenyataan. Contoh : Telegram oleh Putu Wijaya.

6. Psikologisme : Aliran yang mengutamakan kisahan tentang jiwa pelaku cerita. Untuk pengarang jenis ini perlu mengetahui banyak tentang kejiwaan manusia dan mengisahkan perilaku tokoh-tokoh, sesuai dengan kejiwaan mereka masing-masing. Contoh : belenggu oleh Armin Pane, ATEIS oleh Achdiat Karta Mihardja.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s